Saenai Heroine no Sodatekata (Indonesia) : Jilid 1 Bab 1

Admin | June 23, 2017
Flagnya telah hancur tanpa disadari
"Pagi, paman Yamaguchi"
"Oh, kali ini pengantar koran ya. Tomo bekerja keras ya"
"Soalnya bulan depan BD Boxnya "Goukoku no Goraion"[1] keluar ! Karena nen**roid[2] hanya termasuk pada edisi pertama aku akan mati-matian berusaha !"
"......Seperti biasa mengatakan sesuatu yang dalam dengan segar. Walaupun aku tidak mengerti apa-apa"
"Nah karena aku akan pergi menyebarkannya kali ini, sebagai satu-satunya pemain aku akan bersiap-siap, dah ! "
Sambil bertegur sapa ringan pagi dengan tetangga di lingkungan sekitar, aku langsung menginjak pedal.
Lalu, seperti itu aku belok kiri mengikuti jalan sambil sesaat menambah kecepatan, bidang pandanganku atas-bawah kiri-kanan langsung terbuka saat mendekati turunan tajam.
Nama lain, tanjakan detektif.
Yaitu tanjakan 300 meter pematah hati yang mengundang pulang ke padang pasir dari pergi ke oasis.
Terlebih lagi alasan penamaannya karena di tengah jalan tanjakan ada "Kantor Detektif Sakashita" tertulis pada papan iklan tua yang menarik keingintahuan anak SD.
"Uoooo......"
Saat mendekati jalan masuk turunan, angin kuat dari belakangku semakin mendorongku dan sepedaku.
Sudah lewat pertengahan libur musim semi, mulai esok udara pagi April sudah tidak dingin lagi.
Daun bunga yang melambai-lambai beterbangan dari barisan pohon sakura di sisi jalan semakin menambah rasa hangat.
Didorong angin yang menyenangkan seperti itu dari belakang, mendadak menaikkan kecepatan dalam sekejap menuruni jalan yang jadi sangat miring......
"Ooooo......ooh !"
......hampir saja kulakukan, kali ini dengan seluruh tenaga kedua tanganku menggenggam tuas rem dan dengan cepat mengurangi kecepatan.
"Pejalan kaki oke, mobil oke, kecepatan oke...... semuanya oke !"
Berhenti sebentar, menunjuk dan memanggil satu-satu.
Sekali lagi menuruni sisi jalan dengan perlahan.
Pokoknya sejak sekitar tahun lalu, sepeda ditiup angin kencang seperti lelucon.
Sekarang, balapan mobil seperti zaman berandal, berbelok dengan kecepatan penuh sambil mengalahkan mesin, rasa kecepatan dan gairah seperti itu sudah tidak bisa ditemukan di seluruh kota.
Tapi......
"Karena peraturan adalah peraturan, ya"
Bukannya tidak ada keluhan om-om seperti 'dunia yang jadi tidak nyaman ditinggali'.
Biar aku terbang atau terjatuh pun tenang saja, tapi aku tidak tahu orang yang kebetulan berada di sana bisa tenang atau tidak.
Yah sejauh itu adalah menaiki tangga menuju kedewasaan.
Terlebih lagi, memperlambat laju seperti daun bunga sakura yang melambai ini juga, rasanya adalah cara menikmati musim ini dengan tepat.
"Wooo, melambai-lambai naik turun, hangat......"
Melepaskan kekuatan selain kedua tangan yang menggenggam rem, mendongak ke langit.
Langit yang sudah menunjukkan tanda-tanda musim semi sepenuhnya, pada biru yang cerah putihnya awan yang tipis terombang-ambing, di sana merah mudanya daun bunga tersebar.
Setelah itu, mentari yang sedikit lebih kuat daripada musim dingin, bulan yang mengecil tanpa tenggelam sebelum fajar.
Lalu, lebih besar daripada bulan atau mentari, lebih dekat, lebih cepat memasuki jarak pandang, adalah UFO yang benar-benar bulat.
"......eh ?"
UFO yang benar-benar bulat, memasuki jarak pandang lebih cepat, lebih dekat, lebih besar daripada bulan dan mentari...
"Ja-jangan-jangan! Itu Ufo...o"
Lebih cepat daripada mengeluarkan suara keraguan, UFO itu mendarat di depan mataku, terjatuh dan berguling begitu saja di turunan.
Rasanya akan lebih baik jika durasi penerbangnya sedikit lebih lama.
"Topi kah......"
Benda bergerak yang sudah dikenali itu tidak seperti topi jerami merah, bentuknya topi baret putih.
Begitu, karena UFO tidak menerima kekuatan dan area angin yang cukup jadi tidak terbang sampai jauh.
Tidak, warnanya tidak ada hubungannya.
Walau aku mengatakan itu, cukup tenggelam dalam rasa yang tidak penting......
"A,aaaaa ~ ! Tolong, hey tungguuuuuu"
Tanpa disadari, sampai suara yang nyaring karena angin.
"Ee......h"
Saat itu, tubuhku bereaksi sendiri.
Otot di kedua tangan sampai menonjol menggenggam rem sekuat tenaga, agak berbeda dengan otot kepala yang menoleh ke belakang sekuat tenaga.
Mungkin, itu untuk memastikan dengan mata ini pemilik dari suara kencang itu, yang tiba dari atas tanjakan, dan dengan cantiknya transparan......
"Topiku~~~!!!"
"Ah......"
Berpaling ke atas tanjakan.
Kebingungan sambil berdiri terdiam di sana, kira-kira seumuran denganku, adalah seorang gadis.
Lalu meloncat dengan memesona di mataku, gaun one-piece putih, kaki putih, putih......
Tidak, tapi warna tidak ada hubungannya, mungkin.
Mengulurkan tangan kanan ke topi yang jatuh terguling-guling dengan mahirnya di tanjakan tanpa tanda-tanda berhenti sama sekali, menahan rambut yang melayang di angin dengan tangan kiri, artinya tidak cukup tangan untuk menahan rok.
......Yah, makanya daripada itu, pemilik topi itu ada di sini.
"Sudah hilang kah......ah"
"Ah......"
Lalu ketika ia kembali memandang yang dekat dari topi 
yang jauh, dengan tak terelakkan, pada garis batas itu matanya bertemu denganku.
Dengan tampang kesusahan yang sama, kali ini ia menatapku dan topi bergantian.
"Tunggu sebentar !"
"Eh......?"
Aku tidak mengerti apa yang diceritakan oleh pandangan gadis itu.
Tapi yah, aliran deras perkembangan saat ini......apa boleh buat selain menaiki ombak besar.
"Wuoooooow !"
Makanya aku dengan sekuat tenaga mengayuh pedal sepeda menuruni tanjakan......
"Oooooooo...yosh"
Kemudian saat dipikir lagi, turun dari sepeda dan dengan sopannya mendirikan standar......
"Sekali lagi woooooooooooo~!"
Berlari turun sekuat tenaga dengan kedua kaki.
Jika seperti ini, kekerenan dan kecepatan pun mau bagaimana lagi akan turun.
Ini, cara mengejar yang sepenuhnya mengikuti peraturan lalu lintas di negeri ini.
Karena berlari cepat sekuat tenaga berbahaya, tapi jika berjalan mungkin tidak akan diperlakukan melanggar aturan.
Hidup pengguna jalan yang lemah!
※ ※ ※
Malamnya......
Lewat jam 12,
Di tengah dengungan suara gerakan dua HDD recorder untuk merekam anime seperti biasa, suara ketikan keyboard yang panasnya tidak kalah dengan panas buangan dari mesin itu bergema di seisi ruangan.

Judul:
Belum ditetapkan
Konsep karya:
Pertemuan, perasan, cerita icha-love.

"......'Icha-love' yang terakhir itu merusak keseimbangan kah ?"
Karena aku dipengaruhi pertemuan 'takdir' itu pagi ini.
Karena karakteristik cerita yang tidak kalah dengan kenyataan membuat keinginanku menulis berkobar-kobar.
......Karena panasnya mengalir dari seluruh tubuh, mau tidak mau membuat teks.
"Tidak, deskripsi Icha-love tidak menjual, untuk apa galge"
Pada akhirnya, entah bagaimana aku bisa mengambil topi itu yang jatuh puluhan meter di jalan raya.
Padaku yang berkata 'sudah cukup' sambil menyelanya, gadis yang berlari turun dari sekitar setengah jalan tanjakan berterima kasih dan berkali-kali menundukkan kepalanya.
Sakitnya siku yang tergores meski hanya sedikit membuatku merasa bangga.

Prolog:
Pada suatu hari di musim semi, aku bertemu dengan takdir......
Tanjakan yang panjang di mana cahaya matahari mengalir tenang, angin hangat berlalu, daun bunga sakura beterbangan.
Lalu seorang gadis berdiri diam di puncaknya.
Gadis yang namanya tidak kuketahui, juga belum pernah kutemui.
Firasat yang baru membuat hati berdebar-debar, saat itu......
Saat itu aku jatuh cinta untuk kedua kalinya.
Ya, aku telah jatuh cinta lagi.
Jatuh cinta pada seseorang itu tidak bisa dihentikan.
Walaupun aku yang akan tersakiti. Walaupun aku yang akan menyakitinya.
Walaupun perasaan kedua orang tidak akan terpenuhi......
Demikian adanya pada tahun ajaran baru dimulai dengan firasat akan terjadi sesuatu.
"......Agak terlalu menyakitkan kah ?"
Beberapa saat setelah itu, dua orang berjalan berdampingan hingga sepeda yang berhenti di tengah jalan tanjakan.
Tapi setelah itu, aku menaiki sepeda menuruni jalan, ia terus menaiki tanjakan dan kembali ke tujuan awalnya.
Selama itu, aku hampir tidak berbicara.
Saling memperkenalkan nama sendiri pun tidak, juga membuat janji apa-apa.
"Nah, walaupun agak sakit, sebagai penarik perhatian tidak apa-apa kan. Salah paham juga oke !"
Tapi, oleh sebab itu tidak apa-apa.
Tidak, karena itulah tidak apa-apa.
Bagaimana pun juga, justru karena cerita ini punya karakteristik drama seperti secara kebetulan menghubungkan lagi takdir yang mungkin pernah terputus, jadi bisa bersinar.
Karena itu, seperti murid pindahan yang masuk ke kelasku dari tahun ajaran baru.
Atau seperti karena sesama ayah saling bermusuhan, dipermainkan ombak suka dan benci.
Selain itu, terungkapnya kejutan berupa fakta bahwa sebenarnya mereka kakak adik sama ibu beda ayah menarik mereka ke dalam kesulitan......
Hanya dalam beberapa detik, mengabaikan bahwa icha-love telah beralih ke level yang sama sekali berbeda, yah, hal-hal semacam itu lah.
Daya tarik karya ini:
Tidak rumit, membuat tidak sabaran, sedikit memalukan, menggeliat kesakitan.
Adventure Novel cinta sejati yang menyusun hari-hari masa muda seperti itu.
"Melewati rasa sakit kali ini berbau orang tua ya !"
Meskipun demikian, motivasi sampai seaneh ini belum pernah terjadi sebelumnya.
Seolah-olah seperti rasa membara yang tertidur sampai sekarang terpancar dalam satu semburan.
Sejak kapan perasaanku menyala-nyala seperti ini ?
Mungkin, ya, sejak aku tergila-gila dengan 'Koisuru Metronome' hingga lupa makan dan tidur......
"Apa pun yang terjadi 'masa muda' itu tidak ada. Karena itu bukan netage"
......baru satu tahun lalu kah ?
Daya tarik karya ini:
Tidak rumit, membuat tidak sabaran, sedikit memalukan, menggeliat kesakitan.
Adventure Novel cinta sejati yang menyusun hari-hari masa muda seperti itu.
n.b. Di sini direncanakan meninjau kembali.
"Hari-hari biasa itu...... memakai hari biasa kan"
Dengan perasaan seperti itu, rencanaku membuat game berlanjut sampai HDD recorder selesai merekam semua siaran di tengah malam.
......koran pagi hari berikutnya jadi terlambat tiga puluh menit diantarkan ke tiap rumah.
Hari pertama memasuki bulan April.
Lalu hari kedua membuat plotnya.

Penokohan:
Heroine A (Nama belum ditetapkan)
Main Heroine. Gadis yang ditemui pada tanjakan di mana sakura beterbangan.
"......jadi akhirnya kucoba menggunakan sebaik mungkin latar sakura sedikit lebih banyak"
Tanpa bosannya aku bergulat dengan proposal, meski sambil membuat heroine ceritanya, hari ini pun aku mengingat pertemuan dengan anak itu di dunia nyata.
Sama dengan plot penokohan yang sedang kutulis sekarang, tentang gadis yang namanya tidak kuketahui, juga belum pernah kutemui.
Aku yang terus tinggal di daerah ini sejak lahir, karena tidak pernah melihatnya sampai sekarang, mungkinkah ia pindah baru-baru ini ? Atau mungkin hanya tanpa sengaja bertemu di jalan, antara keduanya.
Topi baret putih pada gaun one-piece putih.

Kemudian, ekspresinya ketika menahan rambut yang ditiup angin dengan tangannya......
Sebenarnya aku tidak terlalu mengingat wajahnya.
Entah bagaimana karena kebanyakan situasi pertemuan itu terlalu kuat, bahkan sampai wajahnya yang penting nampaknya tidak terlihat dengan jelas.
Meski aku mengingat warna putih......
Tidak, makanya warna tidak ada hubungannya.
Walaupun bukannya warna putih gaun one-piecenya.

Penokohan:
Heroine A (Nama belum ditetapkan)
Main Heroine. Gadis yang ditemui pada tanjakan di mana sakura beterbangan.
Di puncak tanjakan sebatang pohon sakura tua besar satu-satunya berkembang.
Terikat oleh kutukan yang diberikan pohon itu, ia hidup abadi selamanya sebagai jiwa sakura.
Protagonisnya ketika masih kanak-kanak telah bertukar janji dengan gadis itu......
Ketika menjaga janji itu dan keinginan gadis itu terwujud, kutukannya terhapus.
Saat itu, keberadaan gadis itu menghilang dari ingatan semua orang.
"...... cuma perasaanku sajakah seperti Da **po[3] ?"
Dengan perasaan seperti itu, hari ini aku berkali-kali tersesat dalam labirin pikiran, rencananya sama sekali tidak berkembang.
Aku harus mengejar kembali dari esok.
Bulan berganti malam hari kedua.
Sepertinya sebentar lagi waktu suara langkah kaki tahun ajaran baru terdengar.

Garis besar cerita:
Belum ditetapkan
"Gawat, web mana pun material April mop sudah berakhir. Kalau begini mau tidak mau harus mencari betul-betul situs matome dengan teliti"
Hari ini berlanjut sebanyak dua baris.
Tiga April.
"Anime musim semi mulai hari ini ya......pokoknya harus kutonton episode pertama semua judul secara langsung"
Meski aku sudah mengecek tiga karya, yang terakhir membuatku memutuskan untuk mengakhirinya untuk sementara.

Empat April.
"Mulai esok tahun ajaran baru ya...... pada akhirnya, libur musim semi tahun ini pun aku tidak melakukan apa-apa"
Yah, kenyataan memang seperti ini.



※ ※ ※

"Hei Tomoya, apa kau punya 'Kohakuiro concerto'[4] ?"
"'Kohakuiro Concerto'...... apa ?"
Ketika teman sekelasku Yoshihiko Kamisato berbicara denganku, pelajaran sudah selesai, aku hendak membuka loker ketika pulang kira-kira jam setengah empat sore.
"Itu, yang dikatakan karya yang cukup baik di antara galge yang keluar tahun ini, apalagi aslinya eroge, jika kau pasti akan mengeceknya menurutku"
"......seandainya begitu memangnya kenapa ?"
"Pinjam dong. Sudah lama selesai kan ?"
Apalagi alasan yang menghentikanku dari bergegas pulang untuk mencerna anime yang direkam malam tadi itu terlalu kelewatan.
Sepertinya pengetahuan orang ini adalah aku orang yang akan membeli semua galge yang diubah dari eroge terkenal dan bagus, apalagi bertepatan dengan hari penjualannya.
"Tidak tahu. Beli saja sendiri"
"Aku tidak sama dengan Tomoya, tidak punya uang"
Nah makanya meski aku membelinya.
Jam sepuluh pagi pada hari penjualannya.
Dengan berat 1,8 kilogram 9800 Yen sudah termasuk 5 keping soundtrack & koleksi gambar asli edisi terbatas keluaran pertama.
Kebingungan karena hadiah spesial dari toko tersedia di semua toko pada hari itu, kuluncurkan serangan cepat dan memesan pada toko yang kupilih dengan kebingungan.
Kebetulan empat kali aku menangis sebelum menyelesaikannya.
"Begini ya, aku memiliki uang untuk membeli anime atau game itu karena bekerja keras paruh waktu, hentikan cara bicaramu yang sepertinya menyalahartikan tujuan dengan cara"
Bagaimanapun juga, karena ayahku pegawai perusahaan kecil, bahkan dengan kelebihan pinjaman keluarga yang tersisa sampai generasiku, hanyalah keluarga kelas menengah.
Tak bisa dibandingkan dengan protagonis galge yang kedua orangtuanya sedang pergi kerja di luar negeri, dan hanya tinggal sendiri di rumah yang sangat luas, meski begitu tidak memusingkan masalah uang.
"Apa ? Tapi kalau Tomoya akan membelinya menurutku"
"Intinya walaupun aku membelinya, dilarang meminjam. Setidaknya katakan kau akan memainkannya di rumahku"
"Tidak mau, penjelasanmu satu-satu itu berisik"
"Itu adalah hak dari penyedia game dan tempatnya. Betapa bahagianya bicara dengan teman mengenai produk yang sama......"
"Sebelumnya kau memberikan spoiler padaku sebelum aku selesai kan"
"......aku benar-benar minta maaf untuk yang waktu itu. Lupakan itu"
Perkataan Yoshihiko menusuk kemunafikan yang tak kusadari dengan dalam.
Ada orang, orang lain yang kulukai dalam tanpa kusadari.
Spoiler bagi otaku adalah perbuatan paling rendah......bahkan sampai tidak kalah dengan kopian atau barang cacat.
"Daripada itu, mintalah pada orang lain. Aku benar-benar tidak memilikinya"
"Serius ~ Akiba sudah hancur, di internet semuanya sudah melebihi sepuluh ribu, walaupun aku menginginkannya, aku tidak bisa mendapatkannya"
"Makanya selalu pesan, berkali-kali aku mengatakannya kan. Karena jika pesanan tidak terkumpul bahkan di produsen, pesanan barang tidak akan datang dari toko, bahkan berapa banyak pun mengeluh tidak bisa mendapatkannya setelah itu, aku hanya bisa mengatakan kalau itu sesuai dengan apa yang telah kau lakukan"
"Kenapa gaya bicaramu seperti mata-mata produsen itu ?"
Yah, kalau aku mulai mengatakan yang sebenarnya, jika satu hari lebih cepat aku bisa memberikannya.
......jika demikian entah bagaimana penghinaan yang akan kuterima setelah itu aku tidak mengerti.
"Nah, karena alasan itu sudah pulang saja. Sampai besok ya"
"Kau juga pulang kan ? Mau jalan sama-sama sampai stasiun ?"
"A, tidak......hal itu agak..."
"Oh, begitu ya, jadi akhirnya dari sekarang kau akan membantu dengan mengelilingi toko-toko ya ? Kau punya kehebatan dalam mencari barang-barang langka kan ?"
"Ya, serahkan padaku !...... ah"
"OK, sudah ditetapkan. Nah Tomoya pun sebaiknya segera bersiap-siap untuk pulang"
Karena undangan seperti 'tolong tunggu' tanpa sadar aku menerimanya begitu saja......
Jika dipikirkan baik-baik, sekarang harusnya aku menggunakan rencana untuk menjauhkan orang ini dari lokerku kan ?
"He, hey Yoshihiko, sudah kuduga aku"
Walau bagaimana pun, sekarang, dalam lokerku......
"Kenapa berlambat-lambat, sudah tidak ada yang bisa dilakukan lagi kan Tomoya"
"Aaaaa~~~!!"
"Nih tas. Toh kau tidak pulang dengan membawa buku pelajaran juga kan"
"~~~memang~! Nah ayo kita bergegas pulang !"
"......kenapa reaksinya berlebihan seperti itu ?"
"Cepat, cepat !"
Dengan semangat kututup loker yang tidak ada apa-apanya selain tas itu, mendorong kuat punggung Yoshihiko berlari di koridor......lalu ketika kuingat peraturan sekolah aku berjalan.
Dengan perasaan lega karena 'Kohakuiro Concerto' edisi pertama 1,8 kilo yang kusimpan dalam loker pagi ini sama sekali hilang.
"Ah, ngomong-ngomong Yoshihiko"
"Apa ?"
"Hentikan gaya bicara seperti pacar yang tak terpisahkan karena suka ikut campur. Jadi ingin memukulmu"
"Jangan katakan itu setelah aku menendangmu"
Walaupun aku merasa muak tapi mau bagaimana lagi.
Sekolah swasta Toyogasaki.
Tidak ada pemandangan alam, tidak juga setingkat pusat kota.
Tidak terintegrasi dengan SMP, tidak juga tergabung dengan universitas, karena itu tidak berada di kota universitas.
OSIS nya tidak menguasai, anggota komite kedisiplinannya tidak membawa senjata, ketua dewan dan kepala sekolahnya sama sekali tidak berlawanan dalam masalah politik.
Ibukota semacam itu...... terletak dalam kota metropolitan, SMA yang cukup baru yang kurang dari sepuluh tahun sejak pendiriannya.
Di sana, yang tidak terlalu menekankan latar tempat seperti galge atau anime bishoujo adalah bangunan sekolah kami yang biasa.
"Biasanya karena kau selalu mencari hanya yang menjual besar-besaran, jadi tidak bisa"
"Kenapa ? Banyak yang dijual, lalu besar pula diskonnya kan ?"
Nah, sebenarnya sama sekali tidak ada masalah. Bukanlah cerita yang harus kujelaskan dengan susah payah.
"Di toko mana pun selama barang-barangnya melimpah tidak masalah kan. Tapi yang kau cari sekarang adalah barang langka yang pernah menghilang dari pasar kan?"
"Makanya kenapa ?"
"Walaupun judul yang menghasilkan orang yang menderita dalam jumlah besar itu diterima kembali dalam waktu singkat, akan langsung dihabisi. Terutama yang diincar, yang dadakan sepertimu akan membanjiri toko sebesar itu"
"Hanya untuk membeli game di Yodo**shi[5] mendapat perlakuan pembeli dadakan kah......"
Padahal tidak ada yang menyebutkan nama tokonya. Makanya ini pembeli dadakan.
"Targetnya bukan penjual besar-besaran. Makanya toko khusus game terlalu mudah"
"Lalu baiknya bagaimana ?"
"Yang harus dicari, yang dengan jelas membedakan dagangan utamanya, toko yang menjual karena merasa sedang waktunya game"
"Dagangan utama maksudnya ?"
"Seringkali DVD dewasa. Biasanya pada bangunan sempit kira-kira enam lantai yang hampir semuanya barang dewasa, hanya di sudut satu lantai game biasa dengan mulus diletakkan......"
"Aha, La**ta***"[6]
Karena itu nama tokonya dihilangkan......ketika tidak ada gunanya membangkitkan semangat di koridor, dari sisi suara sapaan yang menyegarkan membelai telinga kami dengan menyenangkan.
"Hai para Otaku, Bye-bye"
"Yo, sampai besok"
"Tunggu sebentar, kenapa cara memanggilnya seperti itu !?"
"Ahaha, dadah~"
Terlepas dari panggilan itu yang kudengar dengan tenang , anak perempuan teman sekelas 1 yang normalnya disukai sikap dan suaranya itu, membalas tsukkomi Yoshihiko dengan senyum segar, sepertinya sama sekali tidak ada keinginan untuk berhubungan lebih jauh lagi dan dengan cepat berlalu.
"Ampun, gara-gara dua tahun sekelas dengan Tomoya sampai aku diperlakukan sebagai otaku yang menjijikan"
"Anggaplah bahkan hanya dipanggil saja adalah berkah. Biasanya kita para otaku mau tidak mau menjadi target gangguan dan tak dihiraukan kan ?"
"Cerita zaman kapan......"
"Tujuh tahun lalu"
"Untuk apa menunjuk hal sejelas itu ? Pertama-tama, aku bukan seperti Tomoya otaku dalam yang tidak bisa ditolong dan direhabilitasi ke masyarakat"
"Dalam kah dangkal kah, jika dilihat oleh bukan otaku ya cukup otaku. Terlebih lagi jika dilihat dari otaku dalam, otaku ringan hanya sebagai target cemoohan. Tapi tenang saja Yoshihiko. Karena hanya aku yang tidak akan meninggalkanmu walaupun kau menjalani kehidupan yang membosankan, tidak menguntungkan dan tidak ada hasilnya itu.
"......kenapa ya aku akhirnya menjadi temanmu setelah kau tarik ke jalan ini"
Walaupun tidak tergerak dengan pernyataan persahabatan panas dariku, nampaknya Yoshihiko tidak terlalu puas dan hanya memiringkan kepalanya.
Karena itulah ini dadakan. Eh, tapi dadakan tidak ada hubungannya.
"Biasanya terlalu terlambat kau benar-benar menyukainya. Sekarang pun setelah dua tahun berlalu sejak penjualan eroge aslinya, penjualan dakimakura pada stan comiket selalu ada antrean panjang bahkan dengan kereta pertama tidak dapat membelinya, di atas itu, penerimaan pesanan dengan pos resmi lima menit pun tidak bisa bertahan, betapa hebatnya judul populer kan ?"
"Hey Tomoya, kita kan masih belum cukup umur"
"Tenang saja. Aku sama sekali tidak akan menginjakkan kakiku pada konten dewasa. Tadi semua informasi yang dirilis untuk semua kalangan"
Ya, aku tidak pernah melewati toko yang lantai teratas atau lantai bawahnya ada papan delapan belas tahun ke atas.
Oleh karena itu tentu saja, jangankan 'Kohakuiro Concerto' asli, game yang termasuk jenis eroge pun tidak pernah kumainkan.
"Seperti biasanya sangat bersih di tempat yang tidak ada artinya ya"
"Bukannya tidak ada artinya. Ketika sudah delapan belas tahun nantinya aku akan bersyukur. Hingga waktu itu aku akan menaati aturan dengan tepat dan tidak akan menyusahkan orang demi kebaikan bersama"
"Teman Tomoya adalah temannya sofurin[7]"
"Jangan memanggilku dengan julukan itu, akan kutendang kau"
"Hentikan punggungku, punggungku"
Dengan demikian kami tiba di rak sepatu, ketika memperdalam persahabatan yang sangat tipis, lagi, dari samping kali ini suara panas dengan ributnya menusuk telinga kami.
"Oy~ geng Tomoya pulang sekarang kah ?"
"Ya, terima kasih banyak"
"Jangan membuatku mengulangi lagi yang kukatakan lima menit lalu. Apa-apaan cara menggolongkan itu  !"
"Sepertinya kalian selalu senang ya...... dah"
"Kau pun berjuanglah dengan kegiatan klubmu, dah"
Anak laki-laki teman sekelas 2 yang dengan semangatnya mengenakan kaus klub rugbi besar dan sedikit kotor dengan suara beraninya menyingkirkan rentetan tsukkomi kedua yang tak dapat dimengerti artinya yang diluncurkan sekali-sekali oleh Yoshihiko, suara sepatunya bergema sembari meninggalkan kampus.
"Ampun, selain dipanggil sesama otaku, kenapa aku diperlakukan seperti tambahannya Tomoya ?"
"Hal itu tak disangka-sangka seperti yang kau katakan sendiri, karena kau bukan otaku dalam sepertiku"
"Pada dasarnya aku tidak menyetujui membagi tingkatan otaku"
"Tapi kita, hal lainnya seperti nilai dan fisik rata-rata jadi susah menentukan kelebihan dan kekurangannya kan ? Kemudian setelah itu jadi hanya tingkatan otaku dan perbedaan penampilan. Tapi tenang saja Yoshihiko......"
"Oleh karena itu jangan menambahkan kesombongan yang aneh tanpa peduli. Bahkan level muka mirip"
Pernyataan persahabatan panas dariku tadi......kali ini dengan cepat dipotongnya.
"Apalagi edisi konsumen kali ini, diumumkan bukan hanya pengubahan beta tanpa adegan ero. Adik perempuan legendaris yang tidak bisa ditaklukkan pada edisi aslinya hingga hampir menimbulkan kerusuhan naik statusnya menjadi heroine yang sah. Betapa kuat formasinya !......unsur kekalahannya tidak bisa ditemukan"
"Luar biasa gaya bicara seperti flag kekalahan......ngomong-ngomong Tomoya ciri khasnya adik perempuan ya ?"
"Bicara apa kamu, adik perempuan, kakak perempuan, teman masa kecil, kakak kelas, adik kelas, yang bersemangat, yang pendiam, yang misterius, yang kasar, semuanya sama-sama paling hebat"
"Wo, wow......"
"Tapi hanya satu......yang kuputuskan tidak bisa kusukai yaitu heroine yang tidak bisa ditaklukkan. Karena begini, betapapun menyukai orang itu, perasaan itu sama sekali tidak dapat tersampaikan, betapa menyakitkannya cinta kan ?"
"......meski diperdengarkan pidatomu sekarang lebih menyakitkan bagiku"
"Hal itu, akhirnya, saat ini juga......!"
Alasan besarku sangat mencintai galge......terutama judul yang diubah dari eroge, tidak berlebihan jika dikatakan karena ada unsur tambahan ini.
Walau dikatakan berbagai cara serakah untuk membuat pengguna menghabiskan uang berkali-kali, jika dipikirkan dengan akal sehat, tidak ada yang merugi bisa menaklukkan heroine memesona yang tidak bisa ditaklukkan.
Sepertinya ada pengarang asli yang tidak terlibat pengubahan dengan anehnya mengkhawatirkan konsistensi cerita rusak karena ditambahkan skenario yang dipaksakan, aku merasa bersalah......
"Ah, hanya dengan ingat ketika memainkan skenario Rikka-tan aku bisa tersenyum"
"Tapi hanya dengan melihat ekspresi wajahmu itu bisa membuatku berkecil hati"
Ketika kami bersenang-senang dengan argumen galge yang dalam di gerbang sekolah, lagi-lagi......
"Hei ada Aki"
"Makanya sudah cukup kukatakan berhentilah memanggil kami satu set !"
"Eh, anu......"
"Tidak, kali ini sama sekali mengabaikanmu kan ?"
Meski gadis teman sekelas 2 yang memanggilku tanpa tambahan 'dan kawan' atau 'kumpulan' itu agak kebingungan pada kemarahan tanpa alasan Yoshihiko, ia langsung hanya menghadap ke arahku.
"Bu Hasumi mencari Aki. Beliau ingin kau langsung datang ke ruang guru"
Hanya untuk menyampaikan pesan dari wali kelas.
"Mbak Kano ya ? Kenapa ?"
"Beliau ingin kau mengantar bahan pelajaran ke ruang audiovisual. Karena akan digunakan untuk pelajaran esok"
"Lah......kenapa aku ? Padahal bukan petugas kelas ?"
"Itu karena kau sering seenaknya melakukan pertemuan apresiasi anime di sana"
"Aku tidak seenaknya. Aku selalu memperoleh persetujuan dari guru dengan benar"
Ngomong-ngomong, persetujuan penayangan dan pembuatan diambil konfirmasi masing-masing.
"Berkalikalikalikalikalikali mengunjungi ruang guru. Yang di sana pun sudah cukup habis kesabarannya"
"Apanya yang salah dengan membagi kesan karya yang sangat bagus"
Bahkan ada anime atau game yang memberikan kesempatan untuk memikirkan dengan serius kehidupan manusia.
Bagaimana pun juga ada anak hikikomori yang tergerak karena suatu eroge jadi berhenti membolos dan kembali turun ke SMP, sampai ada cerita mengesankan itu. Eh anak SMP jangan main eroge.
"Pokoknya sebaiknya kau membalas kebaikan yang membolehkanmu menggunakan kelas kan ? Merepotkan bukan jika nantinya kau akan dilarang masuk ?"
"To-tolong aku......"
"Aku teman sekelas 1 tidak berbahaya yang tidak ingin mengganggu saat-saat pahit manis antara protagonis galge dan guru heroine"
"......walaupun sudah pasangannya 3D, di akhir dua puluhannya ?"
"Dengan bicara terlalu banyak seperti itu, berdoalah supaya tidak ditambahkan pilihan satu minggu diskors pada dilarang masuk. Dah"
"O, oi, Yoshihiko......"
Entah ke mana rasa persahabatan menyimpang sampai beberapa saat yang lalu, si Yoshihiko dengan cepat meninggalkanku yang menderita dan melangkah keluar gerbang sekolah.
Sesudah itu ketika aku membatu dengan keputusasaan......
"A, anu......"
Kehilangan saat melarikan dirikah, terdiam bersamaku gadis teman sekelas 2.
"Ah, kamu pun sebaiknya pulang saja. Aku tidak meminta pertolonganmu"
"A, baiklah, yah meski diminta pun aku tidak berniat menerimanya"
"Hah, begitu......"
Sedingin itu, sudah kuduga baru setengah bulan jadi teman sekelas.
"Nah, sampai esok"
Yah, sudahlah.
Bu Kanoko Hasumi sang wali kelas bukannya jenis yang sulit ditangani.
Jika sedikit dibulatkan hanya 30, termasuk kategori wanita cantik di antara para guru, tidak marah walaupun diberi panggilan akrab mbak Kano, guru baik yang mengerti pembicaran
Yah, tapi karena akrab itulah alasan aku terus-terusan didesak dengan tugas.
"Ngomong-ngomong Aki"
"Ng~?"
Untuk sekarang, dengan langkah yang tidak ringan ataupun berat aku berbalik menuju gedung sekolah.
Nah munculnya event flag dengan mbak Kano walau dalam berbagai arti levelnya terlalu tinggi, tapi bukannya tidak di luar harapan.
"Sebelumnya, terima kasih ya"
"Hah, untuk apa ?"
Misalnya......seperti ini, karena ketika aku pergi ke ruang guru, di tempat mbak Kano berdiri gadis dengan seragam berbeda.
"Itu loh, saat libur musim semi, kau mengambilkan topiku kan. Baret putih"
"A~ begitu ya...... maaf, aku sama sekali tidak ingat"
Lalu, 'Kau datang tepat waktu Aki. Sebenarnya, anak ini adalah siswi pindahan yang masuk ke kelas kita mulai esok. Karena ibu sedikit sibuk, sekarang tolong kau tunjukkan padanya seisi sekolah ya ?" seperti itu, tiba-tiba padaku yang bingung karena diabaikan, siswi pindahan itu menunjukkan senyumannya dengan menyenangkan.
"Jadi begitu. Sudah sebulan sih. Kalau begitu bye bye"
"Ah, jangan hanya mobil tapi berhati-hatilah pada sepeda juga"
Lalu, ketika masing-masing bertatapan wajah masing-masing......
Di sana ingatan satu bulan lalu bangkit kembali, ekspresi baru gadis itu yang membuka mata lebar-lebar terkejut ......
"Eh Tunggu sebentaaaaaaaaaaaaaaaaar~~~!?"
Lalu kaki yang baru saja berbalik beberapa saat lalu kembali berbalik dan dengan kecepatan penuh kembali ke gerbang sekolah.
"Eh ? Ada apa ?"
Aku berjalan dengan cepat menuju gadis dingin teman sekelas 2 yang sepertinya sudah kehilangan perhatian padaku dan mau pergi.
"Kau, kau......"
"Aku kenapa ?"
"Saat itu, putih......"
"Putih ?"
"gaun one-piece !"
"Ah, ya~...... apa ya ?"
"Apa...... ya ?"
"Masalahnya, aku tidak ingat apa yang kupakai satu bulan sebelumnya, normal"
"Begitu ya~........................ normal, ya"
Download Saenai Heroine no Sodatekata (Indonesia) : Jilid 1 Bab 1 , Nonton Saenai Heroine no Sodatekata (Indonesia) : Jilid 1 Bab 1 , Download Saenai Heroine no Sodatekata (Indonesia) : Jilid 1 Bab 1 480p , 360p , MKV , Nonton & Download Saenai Heroine no Sodatekata (Indonesia) : Jilid 1 Bab 1 Lengkap , Download Anime Subtitle Indonesia , Nonton anime subtitle indonesia , Download & Nonton Saenai Heroine no Sodatekata (Indonesia) : Jilid 1 Bab 1 Lengkap , Download Anime Saenai Heroine no Sodatekata (Indonesia) : Jilid 1 Bab 1 480p , Download Anime Saenai Heroine no Sodatekata (Indonesia) : Jilid 1 Bab 1 720p , Download Anime Saenai Heroine no Sodatekata (Indonesia) : Jilid 1 Bab 1 360p , Nonton Anime Saenai Heroine no Sodatekata (Indonesia) : Jilid 1 Bab 1 , Streaming Anime Subtitle indonesia , Streaming anime Saenai Heroine no Sodatekata (Indonesia) : Jilid 1 Bab 1

Update Lainnya

No comments