Saenai Heroine no Sodatekata (Indonesia):Jilid 1 Bab 5

Admin | August 26, 2017
#Bagaimanapun juga, aku wanita yang menerima ajakan
Lalu, Sabtu lagi.

Atau Sabtu spesial di ujung April. Disebut juga serbuan hari peringatan golden week.

"Pagi......fwaaaa~"

Katou, masih terlambat datang tiga menit di tempat pertemuan yaitu depan stasiun, tetapi tetap datang, muncul dengan cara tampil yang sedikit tempat untuk dibahas.

"Lumayan ngantuk ya"

"Hanya tidur dua jam~"

"Jangan membanggakan singkatnya waktu tidur, agak menjengkelkan"

Pada ekspresi wajah itu, rasa gembira hingga tidak tertidur karena menikmati hari ini, tidak ada.

"Nah, ayo beli tiket kah ? Sampai sejauh mana ya ?"

"Kota Wago"[1]

"Itu bukannya di perfektur sebelah ? Waah, tiketnya mahal"

"Bukannya sudah kukatakan kemarin kita akan pergi jauh"

"Biarpun begitu, tamasya berdua dan menghabiskan waktu lebih dari sejam di kereta itu, kelihatannya seperti kencan kan"

"Tidak"

"Kau benar"

Lalu, tanpa sesal dan tanpa kepura-puraan apa-pun aku menolaknya.

Apalagi yang di sana pun menyetujuinya tanpa menunjukkan sikap yang peduli sama sekali.

Sungguh, bagaimana ya, dalam suatu arti adalah hubungan pertemanan yang ideal.

Atau mungkin, pasangan yang sudah memasuki titik kebosanan. Meski mulai berpacaran pun belum.

"Nah, karena masih ada waktu sebelum keretanya datang, kita singgah ke toserba yuk"

"Selesaikan juga masalah toilet ya. Karena waktu perjalanannya panjang"

"Padahal itu juga termasuk dalam toserba yang kuungkapkan, itu kasar"

"Kalau menurutmu itu kasar, jangan malah membongkarnya......"

Lalu, aku memandang penampilan dari belakang Katou yang berjalan dengan gaya seperti biasa tanpa gelisah.

Memakai parka abu-abu terang di atas tank top putih, dari kulot yang berjumbai, terlihat betis terbungkus stocking berwarna kulit.

Hari ini pun, pakaian setelan yang beda dari minggu sebelumnya kah?

Benar-benar, orang ini punya pakaian yang bagus ya.

Yah, walau aku mengakui ia memang modis, dalam tipikal 2D karakter yang dengan seringnya mengganti pakaian akan memudar. Apalagi gambar berbeda yang digunakan bertambah.

Oleh karena itu, walau menurutku gadis super serius yang berani datang ke sini dengan seragam dan berkata 'Eh ? Masuk akal bukan jika berjalan jauh walau sedang libur memakai seragam ?" dengan wajah serius nilainya tinggi bagi pengguna, atau pun pengembang, bagaimana kalau begitu ?

......meski tidak harus orang yang game otaku untuk memikirkan hal semacam itu, Katou.


"Hee, sepenuhnya membacanya sampai akhir kah ?"

"Makanya aku ngantuk. Buku yang dipinjamkan Aki, semuanya kelima jilidnya"

"Kau, benar-benar baik berteman denganmu"

"Tapi ya, saking menariknya aku tidak sempat tidur. Terima kasih telah merekomendasikannya"

"Be, begitu ya......!"

Di dalam kereta menuju kota Wago, Katou mengatakan itu dan tersenyum dengan kantuk.

Di tangannya, jilid 1 'Koisuru Metronome' yang kuserahkan kemarin.

Ketika kegiatan klub kemarin, aku menyerahkannya sebagai buku PR selama libur berurutan.

"Walau kurasa light novel sepenuhnya ditujukan untuk anak laki-laki, tapi ini karya yang membuat anak perempuan pun menangis membacanya"

"Begitu kan ! Sudah kuduga akan menangis !"

"Walau galge sebelum ini juga begitu, tapi tidak baik ya untuk berprasangka......yah, tapi kalau sampul depannya sedikit lebih mudah dipegang, akan lebih membantu"

"Ka, Katou, orang sepertimu, sudah kuduga......"

Bagiku yang sampai sekarang ingin orang memahami nilai karya ini, paling tidak membaca sekitar satu jilid, reaksi Katou jauh melebihi perkiraan dan ideal.

"Oleh karena itu maaf, tapi bolehkah aku mengembalikannya di akhir golden week ? Kurasa aku ingin mencoba membacanya dengan lebih perlahan nanti, sekali lagi"

"Tidak apa-apa, tidak apa-apa ! Atau harus kukatakan karena sebenarnya tidak dikembalikan pun tidak apa-apa. Bagaimanapun juga karena yang kuserahkan pada Katou adalah untuk penyebaran, aku masih punya 2 set lagi untuk bacaan dan untuk persediaan"

"Be, begitu ya ? Yah, kalau tidak perlu membelinya lagi, terima kasih telah memberiku ?"

"Tidak, tentu saja beli dong ? Kalau untuk penyebaran berkurang, tentu saja akan menambahnya kan ?"

"Be, begitu......terima kasih"

Kata Katou menampakkan senyum kaku seperti sedikit terkejut.

Entah bagaimana sepertinya aku masih belum mengerti perasaan pengikut ketika penyebarannya berhasil.

"Lalu, bagian mana yang bagus ? Tidak, aku juga ingin mendengar kesanmu termasuk bagian yang buruk juga"

"Ah, ya, errmmm, begitu ya, dari mana menceritakannya ya"

"Cepat ! Pendapat sebenarnya ketika gairah setelah membaca belum mendingin adalah yang paling penting ! Nah ceritakanlah !"

"A, Aki......?"

Jika dibandingkan dengan kebahagiaan ketika teman untuk membicarakan karya yang kusukai bertambah, pengeluaran beberapa ribu yen itu rasanya sedikit......


"tidak ~ dalam sekejap saja kita sudah tiba, kota Wago"

"......itu, mungkin bagi Aki begitu ya"

Katou yang turun dari kereta sambil berkata seperti itu, semakin menunjukkan ekspresi lelah daripada pagi.

Memang kurang tidur membawa hasil buruk kah. Barangkali mungkin merasa mabuk di kereta.

Air mukanya pun sedikit pucat.

"Lalu, walau cerita berubah, aliran dari adegan penembakan di jilid tiga ! Itu Dewa kan !"

"Masih bercerita......maksudku sama sekali tidak berubah ceritanya'

"Tapi kau tidak menyangkanya kan ? Tak terduga anak itu akan mendesak masuk dalam cinta segitiga"

"Aku tidak menyangka......kalau topik ini masih berlanjut selama sejam"

"Tidak, tapi jika berpikir untuk bercerita, bahkan tiga hari tiga malam pun bisa kan ?"

"Sudah kuduga biar menghabiskan seumur hidup pun tidak bisa menjadi otaku seperti Aki"

Ketakutan ini, memang nampaknya sudah lumayan lelah.

"Naikkan semangat tanpa mengatakan hal semacam itu ya ? Pokoknya karena tempat yang kita tuju dari sekarang adalah tempat suci dalam suatu arti !"

Ya, justru karena saat itu lelaki harus memimpin.

Perhatian sehalus itu adalah rahasia riajuu, mungkin.

"Tempat suci......itu, kalau dipikir-pikir"

"Oh, kau menyadarinya ?"

Lalu, pada pemandangan yang dilihat ke atas saat melalui pintu keluar stasiun, Katou sedikit menahan nafas.

Di sana, sebagai orang yang datang untuk pertama kali, harusnya hanyalah tempat yang menggambarkan distrik bisnis di depan stasiun biasa, tanpa kenal apa pun.

Tetapi, sebagai pembaca 'Koisuru Metronome', adalah tempat yang membangkitkan perasaan kuat yang berbeda lagi.

"Di sini......"

Alasannya karena di sana, terbentang pemandangan gambar muka berwarna yang meloncat ke mata pertama ketika membuka jilid satu......

"Bangku di taman depan stasiun ini, tempat adegan ciuman terakhir kan ?"

"Ya, begitulah, susunannya terlihat tepat dari sini"

Kemudian, Katou membandingkan dengan ilustrasi halaman 211 jilid 5 yang kubuka.

"Lalu, toko burger di sana itu, tempat kedua heroinenya pertama kali bertemu di jilid 2 kan ?"

"Walau kurasa tidak akan mengerti itu jika hanya melihat gambarnya......"

"Tentu, tetapi tidak berarti informasi hanya dipendam dalam semua ilustrasi"

"Hal itu......"

"Setelah adegan ini, kedua orang itu melintasi penyeberangan dan langsung tiba di stasiun kan ? Artinya hanya toko ini yang di seberang jalan dari stasiun memenuhi kondisinya !"

"......bagaimana bisa mengecek sampai tempat sedetail itu"

Lalu, Katou bergumam tanpa melihat tulisan pada halaman 148 jilid 2 yang kubuka.

Oi, pastikan dengan tepat lah.

"Lalu, masalah pokoknya dari sini adalah......toko buku itu yang terlihat dari ujung jalan"

"Ah, begitu ya......itu yang di jilid satu ?"

"Ya, toko buku Joubundou di mana protagonis dan main heroine ditakdirkan bertemu......tujuan hari ini adalah ke sana !"

Lalu, aku menunjukkan dua lembar tiket yang terselip di halaman 48 jilid 1 pada Katou.

Karena inilah, ada tujuan nomor satu, pada akhir hari ini......

"Tapi, akhirnya ia berpisah dari gadis itu kan"

"......yeah"

Kejutan perkembangan yaitu protagonis memilih heroine satu lagi yang muncul dari jilid 2 itu, ketika penjualan jilid terakhirnya di internet pun cukup menimbulkan kontroversi......


"Aduh, kalau ada sesi tanda tangan katakanlah dengan tepat dong"

Kata Katou sembari berbaris dalam antrian di event floor lantai 3 toko buku Joubundou, menatap dengan teliti pada tiket bernomor yang diserahkan padaku.

Di sana, ada tanggal hari ini dan tulisan 'peringatan penjualan jilid terakhir Koisuru Metronome sesi tanda tangan dengan Utako Kasumi' dicetak dengan desain yang sederhana yang dibuat dengan baik menghabiskan satu jam dengan word processor.

Memang, pekerjaan toko buku kecil dan menengah yang tidak terbiasa mengadakan event dengan teratur.

"Tidak, karena tidak kukira akan menyukainya hingga seserius itu mungkin akan ditolak......"

"Maksudku, apa logikanya 'oleh karena itu tanpa mengatakan tujuan akan mendampingi' ?"

"Nah, lebih cepat kan daripada orang yang menjelaskannya ?"

"......aku ingin kau lebih memperlakukan gadis 3D dengan penting seperti 2D"

"U, uhm"

Entah bagaimana hanya sedikit merajuk. Meski seharusnya tidak seperti ini.

Kalau seperti ini bagaimana jika bergumam 'Ka, karena kau perlakukanlah semaunya !" dan sebagainya, sambil pipi memerah dan menghadap ke arah lain ?

......tidak, jika posisinya teman masa kecil atau kawan buruk itu jadi flag, kalau teman yang ditemui tidak sampai satu bulan hanya diakui sekedar sub chara.

Yah, tapi Katou......

"Biarpun begitu cukup bagus mengambil tiket bernomornya. Apalagi dua lembar"

"Itu, karena termasuk makan siang dan ongkos kereta untuk dua orang. Lalu tiga jam perjalanan pergi pulang"

"Walau aku pertama kali mengikuti sesi tanda tangan, memang menemui orang yang membuat karya yang kunikmati itu menaikkan semangat ya. Terima kasih"

"Begitulah ~!"

Alangkah orang baik yang lekas mengerti......sungguh, dipenuhi rasa aman yang tidak perlu.

"Jadi, Utako Kasumi ini orang seperti apa ? Apa Aki tahu ?"

"Ah, yaa......sebelumnya pun saat penjualan jilid dua ada sesi tanda tangan di sini"

"Sudah kuduga menurut namanya, seorang wanita ?"

"......yeah. Bagaimana pun juga kau akan segera mengerti"

"Setelah selesai membaca, kucoba mencari 'Utako Kasumi', tetapi yang keluar teratas adalah fansite pribadi, nampaknya orangnya sendiri tidak punya blog atau twitter ya"

"......begitulah"

"Kenapa ? Demam ?"

"Tidak, mm......karena bagaimana pun juga sebentar lagi materialnya akan jadi jelas, sungguh tidak apa-apa"

"? Aki ?"

Padaku yang tiba-tiba pipi memerah sambil bergumam menghadap ke arah lain, Katou mendongak dan menunjukkan wajah yang sepertinya ragu.

Yah, tentunya otaku menjijikan 3D yang tiba-tiba terbangun ke tsundere hanya bisa dikatakan sebagai menjijikan.

"......sebentar lagi akan mulai"

"Ah, benar"

Sementara kami membicarakan hal-hal seperti itu, sepertinya lewat sebelas menit dari waktu mulai yang ditentukan, wanita setengah baya yang nampaknya pramuniaga muncul di lantai itu.

Ketika penjelasan semacam petunjuk yang membosankan sekitar lima menit dari pramuniaga yang nampaknya memang tidak terbiasa mengadakan event itu berakhir, partisi di bagian tengah lantai itu terbuka dan Utako Kasumi masuk bersamaan dengan tepuk tangan.

Kemudian, sosok itu......

"......sama sekali tidak kelihatan ya Aki"


Sepertinya masih belum mencapai Katou yang terhalang dinding otaku menjijikanorang-orang yang sama denganku.

"............tidak apa-apa, saat kita memperoleh tanda tangan kita bisa bertemu langsung"

Sementara sosok pengarang itu sudah kelihatan di mataku yang satu kepala melewati Katou, tapi aku tidak mau melaporkan langsung penampilan itu dengan detail.

Ya, supaya Katou benar-benar memastikan langsung dengan matanya sendiri......

Justru itulah, membuatnya tujuan nomor satu hari ini, karena penampilan material terakhir.

Dengan kata lain......


"......Rinri ?"

"E ?"

"Halo, bertemu lagi di tempat ini......lalu, walau aku sudah mengatakannya berkali-kali hentikan nama panggilan itu"

"Kakak......Kasumigaoka......?"


"Bukan, Utako Kasumi...... di sini"

Hal seperti ini......

Ketika giliranku tiba, dunia di antara Katou dan kak Utaha berhenti untuk sekejap.


※ ※ ※

"Nah, sekali lagi, beliau adalah kak Utaha Kasumigaoka dari kelas 3C"

Sejak masuk sekolah, tidak pernah tergelincir dari posisi pertama dan juga dikatakan jenius sejak sekolah Toyogasaki berdiri.

"Lalu, nama penanya adalah Utako Kasumi"

Gadis SMA aktif pengarang light novel populer muda dan sedang naik daun yang membanggakan karya pertamanya 'Koisuru Metronome' yang seluruh 5 jilidnya sekarang jumlah penjualannya melebihi 500 ribu.

"Lalu, ia Megumi Katou dari kelas 2B"

Sebaliknya, tidak ada catatan khusus.

"Nah, dengan ini perkenalan selesai, setelah itu secara terus terang......"

Oleh karena itu, di sini adalah toko hamburger di halaman 148 jilid 2 karyanya.

"............"

"............"

"Wo~i"

Kebetulan, suasana canggung ini kurang lebih sama dengan keadaan di halaman 148 jilid 2.

Bedanya, tidak ada protagonis di adegan itu......sialan, enaknya protagonis.

"Bentar, bentar, Aki......"

Lalu, Katou yang tidak tahan dengan suasana sebelumnya, berbisik di samping bukannya ke depan.

"Nah, makanya tidak ada alasannya berbicara padaku kan"

"Tapi biarpun begitu aneh kan"

"Yah, walau tentu aku pun mengakui adanya keanehan dalam karier orang ini, tapi membicarakannya di depan orangnya sendiri apa tidak kasar"

"Yang aneh itu Aki"

"Makanya, padahal kukatakan tidak boleh membicarakan keanehannya di depan orangnya sendiri~"

Dasar orang yang tidak bisa membaca suasana ! Apa ia tidak merasa aku menyedihkan ?

"Ilustrator populer juga pengarang terkenal......yang di sekitar Aki itu, kenapa hanya ada orang-orang seperti ini ?"

"Tidak, begini ya, karena di situ ada Katou yang tidak punya keistimewaan apa pun bukannya keseimbangannya jadi pas"

"Karena sekarang bagiku tidak apa-apa. Maksudku kau tidak perlu menggunakanku dalam lelucon dengan paksa"

Tidak, tetapi bukan karena terpaksa, memang menyukainya. Kau meremehkan kelemahan karaktermu sendiri Katou. Atau, menaksirnya terlalu tinggi dalam situasi ini ?

"Bukannya sudah kukatakan ayo membuat doujin game dengan menggunakan orang-orang hebat ini ? Dalam artian sebaliknya, mustahil"

Kalau kombinasi nona besar klub seni dan jenius nomor satu di sekolah, tidak cukup pemeran.

Kalau kombinasi ilustrator doujin populer dan pengarang terkenal di bisnis, tidak cukup peranannya.

......bahasa Jepang itu, sulit ya.

"Tapi, aku tidak ada kenalan lain yang sepertinya bisa menulis karangan atau gambar"

"Apa-apaan itu, nampaknya tentara yang hanya bersenjatakan 2 misil nuklir

"Tapi, kalau dengan dua peluru itu bisa membasmi musuh uoooooorgh !?"

"Uwaa ?"

Teriakanku yang seperti dikalahkan jadi sampah terendah, ditimpa oleh suara terkejut Katou yang seperti meratapi rendahnya pendapatan tahunan.

Yah, walau kiasan itu sama sekali tidak ada artinya, yang ingin kukatakan adalah......

"......mau sampai kapan bercumbunya ? Di depan mantanmu"

"Kalau kau menganggapnya bercumbu hentikan perbuatan yang mengundang kesalahpahaman semacam itu ! Lalu, hentikan mengatakan omong kosong sembarangan itu !"

Terkait perbuatan kak Utaha yang menyimpang yaitu menghilangkan kehadiran dan menyelinap ke seberang Katou, dengan kata lain sisi kananku, lalu tiba-tiba mengembuskan nafas ke telinga.

"Maksudku untuk apa sampai datang ke tempat ini Rinri ? Segitu inginnya memamerkan pacarmu yang sekarang ?"

"Makanyaa karena kau kan orang yang lumayan terkenal di kota ini"

"Tidak apa-apa, karena tidak ada yang memedulikannya. Misalnya lihat, trio lelaki di dekat jendela itu, kalau tidak salah mereka orang-orang yang barisan terdepan ketika sesi tanda tangan"

"Bukannya itu memilih sampel yang paling berbahaya ?"

Wah, ditatap lekat-lekat sambil menahan nafas......

"Tapi, kurasa sebagai pengarang yang masuk berita karena terkait masalah laki-laki seperti itu akan menjual, bagaimana menurutmu ?"

"Itu sudah bukan pemenang penghargaan Fantastic lagi, apa kau mengincar penghargaan Naoki[2] ?"

Cercaan bohong jahat yang membuat bahkan aku gemetar...... ini juga suatu ciri khas yang kuat.

Tetapi, orang yang di depan mataku ini, beda dari Eriri, entah terbang ke suatu mana aku tidak tahu, tapi bahkan bahaya pun aku siap.

Yah, tapi dalam situasi ini sebaliknya, ada dilema yaitu jadi tidak bisa mengikuti karakter yang terlalu kuat kejahatannya.

"Meski begitu, ketika mengatakan sebenarnya adalah perawan langsung tidak diperlakukan seperti karakter moe ?"

"Sungguh, karena perawan yang dibuat-buat diserang ? Atau bagaimana cara membuktikannya itu !?"

Lihat, seperti ini.

"Ei, hey, Aki"

"Katou......aku tidak tahu kesan seperti apa yang kau miliki sejauh ini, tapi sekarang, orang jahat yang berada di depan matamu itu tidak lain adalah kak Utaha Kasumigaoka sendiri"

"Eh~ aku tidak memikirkan hal sejahat itu"

"Tapi kau merasa ada gap dengan kesan yang kau punya kan ?"

"I, itu, yaah"

Dengan bukti itu ekspresi Katou menjadi datar.

Keistimewaan orang ini ketika memiliki berbagai tempat untuk di-tsukkomi......dengan kata lain, ketika karakter Megumi Katou berdiri, sangat sedikit waktunya.

......tetapi, biar menjual karakter yang tanpa ekspresi pun, tidak bisa menyaingi kakak kelas bermulut rampus di hadapan mata adalah bagian yang menyakitkan.

"Soalnya kak Kasumigaoka itu adalah orang yang legendaris di antara adik kelas, karena hanya diketahui dari level gosip saja......"

"Ya, ya, hal yang sebenarnya yaitu pendusta yang melakukan kejahatan untuk kesenangan yang mulut dan kepribadiannya adalah bencana besar, sedikit pun tidak akan terpikirkan ya"

"Walau sudah dicaci olehku sepertinya kau masih lapar ya Rinri. Benar-benar, sifat khas masokismu dari dulu tidak berubah ya"

"Lihat, seperti ini !"

Meski biasanya tenang dan pendiam, hal itu hanya karena ngobrol itu membosankan, ketika sesekali membuka mulutnya hanya keluar entah lelucon cabul, pernyataan mengejutkan, atau pernyataan kontroversial.

Sambil menyembunyikan posisinya sebagai pengarang, tetapi kepribadian gelapnya itu ditampilkan apa adanya.

Simbol yang dikagumi di antara adik kelas yang hanya memandang dari jauh, simbol teror di antara guru atau teman sekelas yang hancur berkeping-keping karena berada di dekatnya.

Itu adalah......

"Itu jangan-jangan, mantan pacar Aki ya"

"Jika memercayai kata-kataku barang sedikit, kurasa kau tidak akan menyimpulkannya begitu Katou"


"Lalu, akhirnya kenapa datang ? Susah-susah ke tempat wanita yang telah dibuang dahulu"

"Makanya sudah cukup material mantan pacarnya, hentikan kak"

Meski susah menanganinya di galge karena model heroine yang seperti ada hubungannya dahulu itu akan menghancurkan keseimbangan game di galge orang ini......

"Heh, percobaan baru terhadap rencana galge sebelumnya bukan, bagaimana pun juga"

"Apa ? Harusnya kakak sudah mengerti kan ?"

"Pokoknya, bagian yang keras kepala dan sulit menyerah terhadap apa pun itu adalah kelemahan fatal yang merupakan kekurangan terbesarmu"

"Bukannya aturannya adalah memasukkan antara kekuatan atau kelebihan dari yang satunya ?"

Apalagi, bersamaan dengan mengatakan kalimat itu senyum seperti 'mau bagaimana lagi' luar biasa liciknya.

"Intinya kalau seperti itu masalahnya tidak datang secara sengaja hingga ke tempat ini pun......"

"Karena sebenarnya, setengah bagian dari tujuannya adalah sesi tanda tangan"

"Eh......"

Lalu, segera setelah kutunggu-tunggu kuambil bungkusan kertas kecil dari kantong.

"Kak, selamat telah menyelesaikan Koisuru Metronome......hampir satu setengah tahun, terima kasih atas kerja kerasnya"

"Te......rima kasih"

Pada ucapan selamatku itu, walau kurasa agak kasar tapi kak Utaha sepertinya terkejut, dan menunjukkan sedikit ekspresi malu-malu dengan polos.

Gerakan kecil seperti ini, karena kekasaran yang biasa, terlihat sedikit lebih manis.

Tapi, orang yang teperdaya pada gap sekecil itu berotak galge yang tak tertolong lagi. Seperti aku.

"......lalu, kenapa figure bishoujo model halus ini ?"

"Nah, karena pas menarik dua lembar undian pertama, hadiah C terulang"

"......begitu, terima kasih. Aku akan menghargainya"

"Langsung membuangnya setelah mengatakan itu kenapa ?"

Tapi, saat berikutnya berakhir tanpa membingungkan lebih jauh lagi karena kak Utaha langsung mengeraskan ekspresinya.

"A, anu, Kak Kasumigaoka......bukan"

"......kakak saja tidak apa-apa. Ermm, Katou kan ?"

Lalu, ingin memasuki lanjutan situasi haus darah itu kah, atau tidak terlalu berpikir dalam-dalam......yah, mungkin Katou yang terakhir, mengumpulkan sedikit keberanian dan berbicara pada kak Utaha.

"Selamat atas penjualan jilid terakhirnya. Meski saya mulai membaca dari jilid satu untuk pertama kalinya kemarin, karena menarik langsung membaca semuanya sekalian"

"Terima kasih, atas pujian isinya tipis dan ringan hingga dapat membaca kelimanya dalam satu malam"

"Selain bukan pujian, ia juga tidak mengatakan itu"

"Eh, anu......terima kasih atas tanda tangannya hari ini"

"Ah, eh, eehh......"

"Sebenarnya, karena saya untuk pertama kalinya mendapatkan tanda tangan......jadi akan menjaganya dengan sangat hati-hati ya ?"

"Katou......"

Lalu, tanpa berkecil hati pada sinisme itu, pada Katou yang secara mengejutkan berbicara jujur, rasanya kak Utaha tidak biasanya jadi sedikit terdesak.

Tetapi......

"Maaf, tapi kembalikan buku itu"

"Eh, kenapa seperti itu......"

"Kakak, biar bagaimanapun itu......"

Meski demikian, kata-kata Katou tidak bisa memenangkan hati kak Utaha kah......

"Karena aku akan menulisnya ulang juga. Makanya, kembalikan sebentar, ya ?"

"Eh, menulisnya ulang itu, apanya......?"

"Eh, apa-apaan tanda tangan ini !? Walau tidak bisa dikenali karena hurufnya seperti cacing menggeliat, kalau dilihat baik-baik tertulis 'gatou shouji' kan !"

Kebetulan, kalau bukuku yang ditandatangani dilihat baik-baik tertulis 'buriki'......

"Yah, daripada itu"

"Apanya yang daripada itu ! Kalau dipamerkan kepada teman akan memalukan !"

Memang aku tidak menyadari tidak hanya mulut, tapi gerakan tangannya pun sejahat ini.

"Terima kasih ya. Telah datang ke semacam acara sesi tanda tangan pengarang tidak laku ini"

Lagi-lagi hal yang sama sekali tidak bisa dipercaya itu dengan tidak tahu malunya......

"Tidak begitu. Hari ini pun banyak orang yang datang kan ?"

"Be, begitu ?"

"Ah, ya"

Lalu, kalau aku yang mengerti lelucon mencela diri sendiri akan mengalirkannya dengan sesuai, tetapi Katou yang membalas dengan jujur adalah orang yang lebih murni dan baik daripada yang kuduga.

Yah, tapi kemungkinan sekedar tidak bisa mengikuti lelucon pura-pura kak Utaha itu tidak bisa ditolak.

"Apalagi di internet pun kelihatannya luar biasa heboh"

"Ya, kelihatannya terbagi jadi dua faksi heroine dan saling bertengkar"

Itu, karena cinta segitiga yang kau tulis saat-saat terakhir......

"Tidak, karyanya itu sendiri pun luar biasa dipuji. Saya lumayan sering melihat suara yang terbaik dalam love-comedy baru-baru ini"

"Te, terima kasih"

"O, ou"

Gawat, tiap mendengar pujian menghabisi tanpa membunuh Katou, kotoran hati kak Utaha dan aku makin dipertegas.

"Di atas semuanya, saya menemukan fansite yang luar biasa antusias......mungkin kakak juga pernah melihatnya karena muncul teratas ketika mencari dengan nama pena"

"Fansite......"

"U......"

"Artikel pengatar yang ditulis administrator bernama TAKI di sana pun sudah panas......maksudku terlalu dibanjiri dengan cinta terhadap karya itu"

"Begitu, dibanjiri ya......"

"............"

Kemudian, kak Utaha memandang sekilas ke sini dengan semakin canggung.

"Orang itu terlalu menyinkronkan dengan protagonis, setiap jilidnya berlanjut heroine favoritnya berubah. Seperti tergila-gilanya sampai bisa tertawa kalau dilihat"

"Begitu, bisa ditertawakan ya......fufufu"

"A, aha"

"Walau cuma kebetulan ketemu dengan hal yang bisa memanaskan itu, entah bagaimana jadi sedikit iri ya"

"Begitu, membuat iri ya......fufufu"

"Ahahahaha"

Kemudian, mau bagaimana lagi, terpaksa aku hanya bisa menampilkan senyum kering.

"Seperti itu, membuat pembaca tergila-gila sejauh itu, bukti ada kekuatan di karya ini bukan ?......ah tapi ini pun pendapat si administrator, ahaha"

"Fufu, fufufuu"

"Aha, ahaha, ahahahahaa"

"......seaneh itu kah ? Cerita tadi"

"Tidak, menurutku itu cerita yang sangat bagus lho ? Fufufuu"

"Ti, tidak aneh, tidak aneh......ahahahaha, haa"

Ya, benar-benar cerita yang bagus.

Dibandingkan dengan Katou biasanya, luar biasa dalam dan membara.

Ya, sama sekali seperti pembicaraan otaku. Terlepas dari itu pujian atau tidak.

......hanya saja sayangnya, dasar pemikiran episode adalah itu.

"Tapi sayang sekali kesannya pada jilid terakhir belum dibuat. Aku jadi tertarik dengan bagaimana yang dirasakan sang administrator terhadap adegan terakhir itu......"

"Begitu kan, Rinri"

"Maaf baru-baru ini aku lupa menulisnya...... karena awal minggu pasti akan kubuat"

"............eh?"

Ketidaknyamanan kami, saat itu, telah mencapai klimaks.


"Itu situsnya Aki !?"

"Yeah......"

Administrator TAKI itu Tomoya Aki adalah semacam teka-teki yang sangat sederhana......maksudku hanya notasi romaji. Sadarilah Katou.

Tidak, walau aku mengerti sudah mengatakan yang tidak-tidak, aku juga punya rasa malu.

"Ja, jadi, Kak Kasumigaoka dan Aki itu, benar-benar berpacaran......"

"Tidak, tunggu, kenapa kembali ke situ ?"

"Tapi, Aki itu dengan kata lain fans nomor satunya kak Kasumigaoka bukan ?"

"Kalau fans antusias bisa berpacaran dengan pengarang itu khayalan otaku tau !"

"Tapi, kau tidak merasa kenalan nyata ini kalau ditambah dengan latar cerita akan bertambah kenyataan? Seperti 'Betapa erogenya itu?'"

"Jangan mengobarkan kondisi yang melibatkanmu sendiri kak......"

Maksudku kalau eroge memang khayalan otaku.

Lalu, walau cuma lelucon karena seorang pengarang hentikan kenyataan yang nyata itu.

"Tapi, semakin didengar semakin berasa suasana seperti ada yang terjadi di masa lalu itu imajinasi kah ?"

"Karena hanya sedikit yang terjadi di masa lalu ! Hanya sedikit tergila-gila pada karyanya, sedikit membuat situsnya, pengarangnya satu tahun sedikit di atas pada sekolah yang sama"

"Ah, saat pertama pun tentu kau mengatakan hal yang mirip dengan itu kan. Hanya ujungnya"

"Aku juga tidak memasukkan ujungnya tahu !? Eh bukan, aku tidak mengatakan apa-apa !"

Aku sudah tidak tahu lagi harus ke mana menghadap dan memusatkan diri pada pertahanan.

"Jika jadi keberatan seperti ini, pengecut kau, bocah otaku. Kau juga sebaiknya berhati-hati ya ?"

"Anu, itu jangan-jangan ?"

......daripada itu serangan dari kanan jelas lebih berat.

Aneh, meski kedudukannya seharusnya sama denganku kenapa jadi seperti ini ?

"Ketika membuat cerita cinta, pada akhirnya jadi perlu pengumpulan bermacam-macam material dalam arah itu kan ? Aku pun tidak dalam usia mengumpulkan pengalaman hidup manusia sebanyak itu"

"Ha, Hal-hal semacam itu ?"

"Pada saat seperti itu, ketika bocah yang menyebut dirinya fans yang bergairah muncul di depan mata, membicarakan mengenaiku dengan panas, tanpa disengaja aku akan goyah bukan ?"

"Yang dibicarakan bukan kau, tapi karyamu......"

Karena inilah aku tidak suka 3D......

"Apalagi, ketika dikatakan oleh editor karena pengaruh situs yang dikelola bocah itu, jumlah yang terjual bertambah 30%, tidak semenyesal itu kan ?"

"Si, situs itu punya pengaruh sekuat itu !?"

"Itu perhitungan dan menjijikan"

Perasaan masalah yang akan datang ini paling buruk......

"Dengan perasaan seperti itu, meski aku sepenuhnya OK, si Rinri ini......"

"Karakter yang berada di sini semuanya tidak lebih dari 18 tahun kan !"

Hentikan, sudah hentikan......lebih dari ini sudah.....

Ketika cerita lebih dari ini berlanjut ke arah yang lebih gawat, dihentikan oleh editor.

"Pe,pertama-tama karena perawan atau perjaka[3] tidak bisa menggambarkan cinta itu kabar angin ! Tetapi justru karena pengguna perjaka hanya bisa tertarik pada ledakan khayalan, ideal dan dambaan ke zona kurang pengalamannya perawan perjaka itu perawan tidak tahu ! Karena cuma menganggap serius tawa cemoohan lelaki yang telah berhubungan seksual itu tidak ada gunanya ! Sekalian, karena jika pengarangnya perawan pengguna semakin tenggelam dalam khayalan satu tingkat di atasnya itu paling hebat ! Lalu seandainya dijadikan anime sampai pengisi suara heroinenya juga perawan semakin......!"

"Aki, Aki, pergi ke mana......"

"Sebentar lagi waktu yang pas untuk stop dari editor......"

Lebih dari ini sudah......


"Karena itu, Katou pun berhati-hatilah"

"Eh, apanya......?"

"Walau mungkin sekitar setengah tahun memanjakanmu, ketika tahun depan tiba langsung ke wanita lain......atau maksudku bingung memilih target produksi selanjutnya ? Lelaki ini"

"Maaf, maaf, karena aku akan memperbarui situsnya hentikanlah menyebarkan kabar angin lebih dari ini"

Bahkan meski aku selesai membaca 10 kali sembari mengalirkan satu liter air mata jilid terakhirnya, perlakuan ini......

"Ya, menyukai benda baru, pandai memanas-manasi orang, terlalu akrab, keras kepala, walau dalam suatu arti grup doujin terbaik, itu dengan kata lain sebagai manusia terendah artinya"

"Perlakuan grup doujin biar bagaimana pun itu keterlaluan......"

Tapi pendapat grup doujin terbaik itu sebagai manusia terendah itu aku sama sekali setuju.

"A, anu, kak Kasumigaoka......"

Lalu, Katou yang rasanya kebingungan mendengarkan pembicaraan kami sampai sekarang, pada akhirnya membuka mulutnya juga.

"Itu, terbatas pada Aki kali ini, tidak ada hal seperti itu kan......"

"Ka, Katou......cih"

Terlebih lagi, kapal bantuan yang menuju ke arahku......

"Kenapa kau merasa begitu ? Memang punya dasar yang bisa dipercaya macam 'Aku kan super dicintai ~ kasian kakak yang ditinggalkan (lol)' itu ?"

"Karena aku memohonnya tolong jangan merusaknya dalam berbagai cara......"

"Tidak, pertama-tama, sebenarnya Aki tidak punya rasa tertarik padaku"

"Aku pun mengatakan itu padamu Katou......"

Ketika kurasa sudah mulai mendayung, tidak ada hal seperti itu.

"Kenapa kau merasa begitu ? Apa kau tidak curiga 'Ia selalu berpura-pura dingin padaku, tapi cara menyembunyikan rasa malunya itu kelebihannya ~♪'"

"Eh, begitu ya Aki ?"

"Hentikan menjawab seperti tak disangka-sangka itu dengan polos"

Paling tidak, aku ingin ia memberikan ekspresi 'Ti, tidak, apa-apaan yang kau pikirkan bodoh !', tapi yah Katou......

Aku merasa lega pada jawaban yang seperti biasa, sekalian mengembuskan nafas panjang yang lain.

"Anu, Katou......"

"Ya ?"

Tetapi bagi kak Utaha, "Katou yang biasanya" itu sepertinya sedikit mengejutkan.

"Nah, kenapa kau menemani jalannya yang tak masuk akal ? Apa levelnya memanaskan kepala 'Ayo membuat galge yang menjadikanmu heroine' ?"

"Anu, kak......tidak, sudahlah"

Yah, oleh karena itu bagian tidak terpengaruh satu pun ketajaman mulutnya itu seperti yang diharapkan.

"Mmm, sepertinya lumayan menarik, juga lumayan senggang"

"Kau bersimpati dengan gairah sensor( ) yang diberikannya pada membuat game ?"

"Kenapa di tengah obrolan seperti memaksa tertawa ?"

"Walau bukan karena alasan seperti itu tapi, aku tidak sepesimis kak Kasumigaoka atau Sawamura kali yaa?"

"Rencananya akan berhasil menurutmu ?"

"Ya~a, walau aku tidak terlalu mengerti......tapi kalau kemampuan untuk mengambil tindakannya Aki, barangkali akan jadi sesuatu yang menarik bukan ? rasanya itu"

"Jadi......kau percaya padanya ?"

"Eh, pada Aki ? Kenapa ?"

"Makanya bagian yang penting itu jangan menatap bingung dengan manisnya"

Paling tidak, aku ingin ia memberikan ekspresi "Eh ? I, itu......hal yang bodoh kan !? Tidak bisa dipercaya ! Orang yang mudah terbawa suasana, sudah bodoh mesum pula seperti ini !", yah biar bukan Katou pun tak mungkin kah ?

"Hei Rinri. Gadis ini sepertinya tidak bisa marah ya ? Apakah strategi 'Aku akan menjadikanmu sebagai heroine......karena itu, setelahnya mengerti kan ? Fufufu' ? berguna dalam kondisi seperti ini ?"

"Pertama-tama, karena strategi itu tidak bisa berdiri"

"Begitu ya......makanya diprovokasi seperti ini pun tidak membalas kah ? Padahal seorang teman masa kecil akan ngamuk habis-habisan kan"

"Anu, meski aku bertanya tentang hal yang tidak relevan, teman masa kecil itu......"

"Kalau tidak relevan jangan bertanya !"

Saat itu untuk pertama kalinya aku rasanya mengerti bagaimana perasaan putus asa wasit ketika harus memberikan kartu kuning kepada pemain di kedua tim.


※ ※ ※

"Sudah sepenuhnya gelap ya......"

Lewat jam delapan malam, bulan mengambang di lembah gedung depan stasiun Wago.

Itu seperti malam ketika cinta segitiga di jilid terakhir 'Koisuru Metronome' diselesaikan......

"Hey, Tomoya"

"............"

"......Tomoya ?"

"........................eh, ah, aku !?"

Dengan ini kujelaskan bahwa keterlambatan jawaban tadi karena tenggelam dalam sentimen melihat bulan, bukan karena pertama kalinya hari ini namaku yang sebenarnya dipanggil.

"Benar, kau berniat menjadikan gadis itu heroine ?"

"Hal itu......ya, hmm"

Sama ketika berangkat, selama menunggu Katou yang singgah di toserba, aku dan kak Utaha sekarang ngobrol asyik tentang main heroine yang tidak ada di sini sekarang.

"Karena kau menyukainya ?"

"Eh, a, ah, ya, itu benar"

"......perasaan luar biasa asal saja itu sangat mengobarkan rasa tidak tenang"

"Tidak, tentu awalnya kukira cinta pada pandangan pertama......tapi......"

Ya, oleh karena itu rencana ini lahir tak salah lagi adalah kebenaran.

Hanya saja, dari tengah jalan motivasinya entah bagaimana menghadap ke arah yang aneh.

"Dengan kata lain, hal yang akan kau lakukan yaitu sekedar tindakan kompensasi......dengan menjadikan gadis yang 'mungkin' kusukai, rasa estetisku tidak salah dan tenggelam dalam rasa berpuas diri, begitu ?"

"Gyaagh......"

Sama-sekali tidak ada kata-kata untuk membalas......

"Yah, bagaimana pun juga, kalau seperti ini aku dan Sawamura pun tidak bisa bekerja sama kan"

"Kak Utaha......"

"Sebenarnya ini bukan cerita tentang tidak senang dengan bergantung pada wanita yang sudah lama ditinggalkan saat ini, hanya saja, karena terlalu banyak kelihatan hal yang tidak cukup......"

"Percakapan ini tidak akan muncul kalau setengah bagian awal tadi tidak dikatakan dengan sengaja kah ?"

Padahal tidak ada fakta bahwa aku pernah berpacaran dengannya.

Kalau seperti ini, kak Utaha yang dilengkapi dengan ciri khas terkuat mantan pacar juga sifat jahat jadi satu-satunya pilihan yang mungkin.

"Tapi Katou juga baik sebagai bahan mentah, selama karakternya berdiri entah bagaimana......"

"Bukan dalam arti itu"

"Lalu, bagaimana......?"

"Oh, yang tidak cukup di kalian adalah......"

Saat berikutnya, di telinga kananku, berembus nafas dengan fuuh.


"Maaf membuat menunggu~......eh, kak Kasumigaoka ?"

".......katanya pulang duluan"

"Tidak apa-apa ?"

"Ya, tidak apa-apa"

Sampai ketika pergi, Kak Utaha hanya penuh dengan kejahatan, kebohongan dan lelucon cabul.

Tetapi, benar-benar di saat-saat terakhir, memberikan kesempatan dan nasihat yang tulus.

Konsesi terbesar yaitu, "Hanya sekali lagi, aku ingin mendengar ceritanya".

"Katou......"

"Ng ?"

Makanya, sudah tidak apa-apa.

"Karena ada yang kulakukan"

"Aki ?"

Hal yang dikatakan kak Utaha, meresap dalam daging dan tulangku.

Tetapi, mengenai hal itu tidak ada prospek solusinya sekarang.

Oleh karena itu, aku hanya bisa melakukannya seperti sampai sekarang.

"Makanya kau jangan khawatir. Karena aku akan melanjutkan rencana ini, pasti"

Aku, hanya menyelesaikannya......

"Ah, ya......tapi sebenarnya tidak lanjut pun tidak perlu dipikirkan"

"Kurasa memerhatikan motivasiku biar sedikit pun tidak apa-apa, Katou"


Selanjutnya, setelah itu......

Dalam kereta pulang, selama satu jam aku terus-menerus ditatap tajam oleh kak Utaha yang duduk di bangku di depan.


Karena biar tadi kukatakan seperti itu pun, hanya ada satu kereta tiap 30 menit, jadi naik kereta yang sama mau bagaimana lagi......
Download Saenai Heroine no Sodatekata (Indonesia):Jilid 1 Bab 5 , Nonton Saenai Heroine no Sodatekata (Indonesia):Jilid 1 Bab 5 , Download Saenai Heroine no Sodatekata (Indonesia):Jilid 1 Bab 5 480p , 360p , MKV , Nonton & Download Saenai Heroine no Sodatekata (Indonesia):Jilid 1 Bab 5 Lengkap , Download Anime Subtitle Indonesia , Nonton anime subtitle indonesia , Download & Nonton Saenai Heroine no Sodatekata (Indonesia):Jilid 1 Bab 5 Lengkap , Download Anime Saenai Heroine no Sodatekata (Indonesia):Jilid 1 Bab 5 480p , Download Anime Saenai Heroine no Sodatekata (Indonesia):Jilid 1 Bab 5 720p , Download Anime Saenai Heroine no Sodatekata (Indonesia):Jilid 1 Bab 5 360p , Nonton Anime Saenai Heroine no Sodatekata (Indonesia):Jilid 1 Bab 5 , Streaming Anime Subtitle indonesia , Streaming anime Saenai Heroine no Sodatekata (Indonesia):Jilid 1 Bab 5

Update Lainnya

No comments